bergeraklah...!!!!

Sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti. Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari.


Air yang tak bergerak lebih cepat usuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih berdebu. Hanya perkakas yang tidak digunakan yang lebih gampang berkarat.


Alam telah mengajarkan ini. jangan berhenti berkarya, atau kita segera menjadi tua dan tak berguna.


.

.

.

Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Kembalinya Soe Hok Gie


ho8 jangan kaget sama judulnya. ini bukan tentang soe hok gie yang hidup kembali, atau tentang gosip kemunculan anak muda baru yang akhir-akhir ini terdengar mewarisi sikap dan pemikiran soe hok gie. maksudnya adalah kembalinya soe hok gie dalam hidup dan pemikiran saya....

sosok dan kisahnya masih membuat saya penasaran. sayang sekali saya hanya mengenalnya hanya melalui tulisan-tulisan yang pernah dibuat...

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.

Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?

Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.

Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.
Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.

Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.

Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.
Makam soe Hok Gie

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”
Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.

Catatan Seorang Demonstran

John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.
Kata Kata Soe Hok Gie
Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
To be a human is to be destroyed.
Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

diambil dari http://ammanagapa.wordpress.com/2011/06/11/biografi-soe-hok-gie/ (tanpa edit)
Read More......

SEVERN SUZUKI


abis baca note teman, saya menjadi sangat terinspirasi...

siapakah severn suzuki? dia adalah seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
http://en.wikipedia.org/wiki/Severn_Cullis-Suzuki

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber: The Collage Foundation)
dan ini vedoenya : http://www.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY


Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.

Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!


Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Di sini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar. Yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya. Beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal. Dan cinta dan kasih sayang".

Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya. Bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.


Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan "Semuanya akan baik-baik saja". Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan. Dan ini bukanlah akhir dari segalanya.

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata "kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-katamu".

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang ANDA , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang majuberdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun.
http://www.facebook.com/profile.php?id=1282338016#!/notes/azeid-blankon/pidato-anak-9-tahun/10150235082491360

setelah saya merinding, menangis haru dan tercengang, saya tiba-tiba ingin mengetahui bagaimana orang tua si ana luar biasa ini.

sekarang lihat profil ini :
David Takayoshi Suzuki, CC , OBC (lahir 24 Maret 1936) adalah seorang akademisi Kanada, ilmu penyiar dan lingkungan aktivis. Suzuki memperoleh Ph.D dalam zoologi dari Universitas Chicago pada tahun 1961, dan seorang profesor di departemen genetika dari University of British Columbia dari 1963 hingga pensiun pada tahun 2001. Sejak pertengahan 1970-an, Suzuki telah dikenal untuk seri TV dan radio dan buku-buku tentang alam dan lingkungan. Dia paling dikenal sebagai tuan rumah populer dan berjalan lama televisi CBC majalah ilmu pengetahuan, The Nature of Things , terlihat dalam sindikasi di lebih dari empat puluh negara. Ia juga terkenal karena mengkritik pemerintah karena kurangnya tindakan mereka untuk melindungi lingkungan.

Seorang aktivis lama untuk membalik dunia perubahan iklim , Suzuki bersama-sama mendirikan David Suzuki Foundation pada tahun 1990, bekerja untuk menemukan cara bagi masyarakat untuk hidup dalam keseimbangan dengan alam yang menopang kita seperti: lautan dan perikanan yang berkelanjutan , perubahan iklim dan energi bersih , keberlanjutan , dan Tantangan Alam Suzuki.

Dia juga menjabat sebagai direktur Asosiasi Kebebasan Sipil Kanada 1982-1987. Suzuki dianugerahi Penghargaan Hak Mata Pencaharian pada tahun 2009.

renungan :
David Takayoshi Suzuki adalah ayah dari severn suzuki. lihatlah, anak luar biasa dididik dan dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa pula. jika saya, atau kalian yang membaca ini menghayalkan hal luar biasa yang akan dilakukan anak kita nanti, maka menjadi luar biasalah...

tidak harus menjadi seperti David Takayoshi Suzuki, tapi setidaknya kita sadar, apa yang akan dilakukan anak kita, adalah apa yang pernah ia lihat dalam hidup. Ia (anak kita kelak) tidak mungkin begitu menyukai dan memikirkan lingkungan hidup jika ia belum pernah tahu apa dan bagaimana lingkungan hidup ini. Ia tidak mungkin memimpikan kedamaian (no wars) jika ia tidak tahu apa itu perselisihan dan perdamaian. ia tidak akan bercita-cita menjadi seorang polisi jia ia tidak pernah mengetahui sosok polisi. Ia tidak akan mudah berbagi dengan sesama, jika ia tidak pernah melihat dan merasakan rasa berbagi.

lalu, jangan berputus asa untuk menjadikan anak kita luar biasa hanya karena kita tidak mampu menjadi luar biasa. jadilah orang tua yang luar biasa, bukan untuk diri kita tapi anak kita kelak. bukan untuk membuat kita bangga terhadap dia suatu hari nanti, tapi untuk kebaikan anak kita sendiri.

renungan 14 Juli 2011, Kamis
Read More......

Senin, 07 Juni 2010

think of the bee brain (berpikir dari otak lebah)


Honeybees create a place where the nectar is converted into honey in the hexagonal-shaped room. A most effective form of storage compared to other geometric shapes. Bees use a form that allows them to store honey in the maximum amount by using the least amount of material.

Another aspect which is also impressive is how they communicate among fellow members of their colony, which is hard to believe. After finding the source of food, bee guide who has the duty to find nectar flowers that fly straight to its nest. He tells the other bees the direction angle and distance of food source from the nest with a special dance. After noticing signs of movement in dance, eventually the other bees know where the food source and be able to find it without encountering barriers.

Bees used in interesting ways when making a nest. They began to build the storage cells of nectar and honey bees also children from different angles. They continue to work until they finally meet in the middle. After construction is completed, does not appear there is disharmony or improvements in these cells.

Nest humidity make honey has a high level of durability. The air temperature must be maintained at certain limits. In the humidity is above or below this limit, the honey will be damaged and the loss in durability and nutrition. So also, the nest must be temperate 350 C for 10 months of the year. To keep the temperature and humidity, there is a special group responsible for maintaining air exchange. If a hot day, looks the bees were arranging the exchange of air in the nest. Filled bee hive entrance. While attached to the timber, they are fanning the nest with their wings. Existing air in the nest kipasan driven by the wind from the wings of the bees outside. Bees air exchange regulator working in the nest, pushing the air into every corner of the nest. Air exchange device is also useful to protect the hive from smoke and air pollution.

Efforts to maintain the quality of the honey bee is not limited to moisture and heat settings. In the hive there is a perfect healthcare networks to control all the events that allow the development of bacteria. The main purpose of this arrangement is to eliminate the substances that allow the development of bacteria. The principle is to prevent foreign substances or insect enters the hive.

For bigger foreign objects that can not be removed from the nest, the bees membalsam foreign objects. They yield a resin produced by bees which adds a special fluid that they remove from the body to sap collected from trees like pine, acacia. Gum bees are also used to patch cracks nest

At this point, many questions come to mind. How do bees produce a substance, which can only be created humans in the laboratory and use of technology, and with an understanding of chemistry? How did they know that the dead insects can bring germs or bacteria and that the balm will prevent it? bees obviously do not have any knowledge about this. The bee is only an insect 1-2 cm in length with a number of brain cells as many as 7000 cells.

The next question, what is the amount of human brain cells? The answer is a trillion brain cells, which consist of 100 billion and 900 billion active cells that connect cells. If we compare the human brain cells with the bees, with only 7000 bee brain cells capable of doing extraordinary things awesome. Let alone have the brain cells as much as 142 857 143-fold.

This is one of the wonders of the human brain. We should be grateful with how to optimize the ability of our brains! From now ...
Let the spirit of reading and studying, my brain a trillion-celled creatures ....

translate in indonesia :

Lebah madu membuat tempat penyimpanan nectar yang diubah menjadi madu dalam ruangan yang berbentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibanding bentuk geometri lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimum dengan menggunakan bahan yang paling sedikit.

aspek lain yang juga mengagumkan adalah cara mereka berkomunikasi di antara sesame anggota koloni mereka, yang sukar dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemandu yang bertugas mencari bunga yang memiliki nectar terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lain mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa menemui hambatan.

Lebah menggunakan cara yang menarik ketika membuat sarang. Mereka mulai membangun sel-sel tempat penyimpan nectar dan madu juga anak-anak lebah dari sudut-sudut yang berbeda. Mereka terus bekerja hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah-tengah. Setelah pekerjaan selesai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun perbaikan pada sel-sel tersebut.

Kelembapan sarang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Suhu udara harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, sarang harus bersuhu 350 C selama 10 bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan ini, ada kelompok khusus bertugas menjaga pertukaran udara. Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap-sayap mereka. Udara yang ada di dalam sarang terdorong oleh angin dari kipasan sayap para lebah di luar. Lebah pengatur pertukaran udara yang bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang. Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang memungkinkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang memungkinkan berkembangnya bakteri itu. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing atau serangga memasuki sarang.

Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari dalam sarang, lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu getah lebah yang dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan sarang

Sampai disini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat mendatangkan kuman atau bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal itu? sudah jelas lebah tak punya pengetahuan apa pun tentang hal ini. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dengan jumlah sel otak sebanyak 7000 sel.

Pertanyaan berikutnya, berapakah jumlah sel otak manusia? Jawabannya adalah 1 triliun sel otak, yang terdiri dari 100 miliar sel aktif dan 900 miliar sel yang menghubungkannya. Jika kita bandingkan sel otak manusia dengan lebah, dengan 7000 sel otak saja lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dahsyat. Apalagi memiliki sel otak sebanyak 142.857.143 kali lipat.

Inilah salah satu keajaiban otak manusia. Kita patut mensyukurinya dengan cara mengoptimalkan kemampuan otak kita! Dari sekarang…
Ayo semangat membaca dan belajar, wahai makhluk bersel otak 1 trilliun….
Read More......

multiple theories intelligencies (teori multiple intelligencies)

The main idea of the theory of multiple intelligences according to one advocate of this theory are as follows:
1. everyone has the capacity in the eight intelligences that function in conjunction with different ways
2. in general, people can develop each intelligence to an adequate level of mastery
3. bekreja general intelligences together in a way that complex
4. many ways to be smart in any intelligence

as in the animal kingdom, each species has their own privileges. There are good deer running, flying birds with his expertise, highly expert fish swim, the squirrel had jumped greatness, and many more other animals with their respective privileges.

As animals, humans also have their own special character. However, that privilege can be lost when not sharpened seriously. Privileges that will be especially prominent when sharpened childhood. The process will gradually transformed into an expertise in an area of life. As experienced by the world number one golfer is Tiger Woods today. Realizing the potential of Tiger Woods, the father of an amateur golfer of golf began to introduce his son since the age of seventeen months. So even in sharpening skills so that at the age of twenty-one years old, Tiger Woods won the tournament in the United States national level.

So, from now on, you should never despair because of the weakness. As already explained above, we all have our respective strengths. Weakness seen because our power is not dominant. So, for what would be the weakness of the existing focus? Should not we be focusing our strengths, and develop and sharpen? That's one of our task.


translate in indonesia :


Gagasan utama dari teori kecerdasan berganda menurut salah satu penganjur teori ini adalah sebagai berikut :
1. setiap orang punya kapasitas dalam delapan kecerdasan yang berfungsi secara bersamaan dengan cara yang berbeda-beda
2. orang pada umunya dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai
3. kecerdasan-kecerdasan umumnya bekreja bersamaan dengan cara yang kompleks
4. banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kecerdasan

seperti dalam kerajaan hewan, setiap spesiesnya memiliki keistimewaan masing-masing. Ada rusa yang pandai berlari, burung dengan keahliannya terbang, ikan sangat pakar berenang, tupai punya kehebatan melompat, serta masih banyak lagi hewan lainnya dengan keistimewaan masing-masing.

Sebagaimana hewan, manusia juga punya karakter keistimewaan masing-masing. Namun, keistimewaan itu dapat saja hilang manakala tidak diasah secara serius. Keistimewaan itu terutama akan menonjol bila dipertajam sedari kecil. Proses tersebut lama-kelamaan akan menjelma menjadi sebuah expertise di sebuah bidang kehidupan. Sebagaimana dialami oleh pegolf nomor satu dunia saat ini yaitu Tiger Wood. Menyadari potensi Tiger Wood, maka ayahnya yang seorang pegolf amatir mulai mengenalkan golf pada anaknya sejak usia tujuh belas bulan. Maka kemampuan pun di asah sedemikian rupa, sehingga di usianya yang ke dua puluh satu tahun, Tiger Wood menjuarai turnamen tingkat nasional di Amerika Serikat.

Jadi, mulai sekarang, jangan pernah berputus asa karena kelemahan. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, kita semua punya kekuatan masing-masing. Kelemahan terlihat karena kekuatan kita tidak dominan. Jadi, untuk apa berfokus akan kelemahan yang ada? Bukankah sebaiknya kita berfokus akan kekuatan yang kita miliki, lalu mengembangkan dan mengasahnya? Itulah salah satu tugas kita.
Read More......

uang pinjaman bank



Bayangkan ada sebuah bank yang bersedia memberi pinjaman uang Rp86.400 setiap pagi dan pada malam hari, bank itu akan menghapus uang tersebut tiap malam jika tidak digunakan. Dan hanya akan menghapus sisanya jika kita hanya menggunakan sedikit uang tersebut. Lalu, selanjutnya, kita akan menghabiskan uang tersebut, tanpa sisa di rekening. Agar tidak rugi.


Sebenarnya kita memiliki bank seperti itu. Waktu. Setiap pagi, ia akan memberi kita 86.400 detik. Malam harinya, ia mengambil kembali sisa waktu yang tidak kita gunakan untuk melakukan kebaikan. Sehingga, lewat malam itu, kita pun tak bisa meminta kembali sisa waktu agar di hari itu kita ingin lebih banyak melakukan kebaikan. Lalu kita rugi jika menyisakan waktu untuk melakukan kebaikan, seperti uang pinjaman itu.

Read More......

be grateful vol.1 (syukur vol.1)

Now listen more the words of kindness, your loved songs, the stories of other people, birds chirping, the sound of swaying leaves, water droplets, and enjoy what you can ... .. Nobody knows tomorrow God take your hearing. Maybe when fall slip, or when a pickpocket can not accidentally hit your ear drums, or when the pressure was unable to swim sustained ear, or when he fell off his bicycle, or when you're cleaning your ear with a cotton bud and startle your friends.

Can you imagine if you did that happen? What you can sing your favorite songs without tears after it happened? what you could only remember how the sound of water dripping in the sink? I never imagined. And I said, I can not! O God, may I beg you "do not take my hearing?"

Keep holding those hands gently around you, stroking your cat, combing your hair, menlis what you think and what you pkir, nail trim your nails, snap your fingers, making a fist and shouted "SPIRIT!" .... We also will never know, suddenly tomorrow God wants you who do not have hands. Once again, when I looked at my hands, I imagine if God made me do not have hands. And I said maybe I could accept it, because not a few great people who do not have hands. But, certainly I could not keep from crying when the wind parted my hair covering my face and I'll just shake my head to get rid of hair-hair. Or when they wanted to kiss his hand like a father and mother first. Or someone who wants to stroke her hair kusayang. Or when a missed catch rain water points as before. O Lord, allow me to live with both hands full of this miracle.

Then think. Who cares what you are complaining about today? Pleasure of hearing and your hands just yet because you think you're grateful to have a hearing and hand are common (not magic). In fact you may not have much use for good.

Are you going to continue to grieve and mourn for sorrow-kesusahanmu, until God took one big favor before you consider only a very small favor?

When you grieve for all the trouble, stop now. And think how you got to appreciate what you have not grateful.
You really know to what God gave you all-all that is in you today. Enjoy it and use it for things in the way of Allah.


translate in indonesia :


Sekarang banyak-banyaklah mendengarkan kata-kata kebaikan, lagu-lagu keayanganmu, cerita-cerita orang lain, kicau burung, suara goyangan daun-daun, tetesan air, dan nikmatilah sebisamu….. Tak ada yang tahu esok Allah ambil pendengaranmu. Mungkin ketika jatuh terpeleset, atau ketika seorang copet tak sengaja memukul gendang telingamu, atau ketika berenang tekanannya tak sanggup ditopang telingamu, atau ketika jatuh dari sepeda, atau ketika kau sedang membersihkan telinga dengan cotton bud dan temanmu mengagetkanmu.

Terbayangkah kau jika itu terjadi? Sanggupkah kau menyanyikan lagu-lagu kesayanganmu tanpa meneteskan air mata setelah itu terjadi? Sanggupkah kau hanya mengingat bagaimana bunyi air yang menetes di wastafel? Aku pernah membayangkannya. Dan jawabku, aku tak sanggup! Ya Allah, bolehkah kupinta “jangan ambil pendengaranku?”

Teruslah menggenggam lembut tangan-tangan orang sekitarmu, membelai kucingmu, menyisir rambutmu, menlis apa yang kau rasa dan yang kau pkir, merapikan kuku-kukumu, menjentikkan jari, mengepalkan tangan lalu berseru “SEMANGAT!!”…. Kita juga tak akan pernah tahu, tiba-tiba esok Allah menginginkan kau yang tak bertangan. Sekali lagi, ketika aku menatap kedua tanganku, aku membayangkan seandainya Allah membuat aku tak bertangan. Dan aku menjawab mungkin aku bisa menerimanya, karena tak sedikit orang hebat yang tak bertangan. Tapi, pasti aku tak sanggup menahan tangis ketika rambutku tersibak angin menutupi wajahku dan aku hanya akan menggoyangkan kepalaku untuk menyingkirkan rambut-rambutku. Atau ketika hendak mencium tangan ibu bapak seperti dulu. Atau ingin membelai rambut orang yang kusayang. Atau ketika merindukan menadah titik-titik air hujan seperti dulu. Ya Rabb, ijinkan aku hidup dengan kedua tangan yang penuh keajaiban ini.

Lalu berpikirlah. Kesusahan seperti apa yang kau keluhkan hari ini? Nikmat pendengaran dan tanganmu saja belum kau syukuri karena menurutmu memiliki pendengaran dan tangan adalah hal yang biasa (bukan keajaiban). Bahkan mungkin belum banyak kau gunakan untuk kebaikan.

Apa kau akan terus bersedih dan meratap untuk kesusahan-kesusahanmu, hingga Allah ambil salah satu nikmat besar yang sebelumnya kau anggap hanya sebuah nikmat yang sangat kecil?

Ketika kau bersedih akan kesusahanmu, berhentilah sekarang. Dan berpikirlah bagaimana caramu untuk mensyukuri apa yang belum kau syukuri.
Kau sangat tahu untuk apa Allah memberikanmu semua-semua yang ada padamu hingga saat ini. Nikmatilah dan gunakan untuk hal-hal di jalan Allah.
Read More......

two bad bricks (dua bata jelek)

One day, the delegation monks bought the land to create a monastery. But the tangled bankruptcy. Building materials are very expensive and they were not able to pay the builders to construct buildings on the land. And when can afford to buy building materials, they decided to build their own temples.

One of the monks, at first, consider making the building easier workmanship. Only stirring cement, bricks set on cement, bricks at the top right, hit the bricks to flatten the left side, is complete. However, it turns out wrong. Being a builder takes concentration. He even cares to make a straight horizontal brick. When she hit the bricks to the left of straight horizontal with the right bricks, even often times the lower left. But over time, more days, he more eloquently to this business.


Finally, the wall that was his job almost to his feet. He was proud of what he did. However, "Oh, no!" There are two sloping brick. One end looks lower than the other. Cement had already dried up. He reported this incident to the head of the monastery to ask for advice, about to be dismantled again or not. However, the chief monasteries allow the wall was still intact. In fact, the monk was not why if you have to repeat it. Because he could not bear to see two ugly brick and eager mengambrukkan wall every time he saw the wall.

After a while, the priest brought the first guests to visit the new temples around the half-finished and he always avoided carrying them past the brick wall that he created. He did not like it if someone who saw it. Then one day, 3-4 months after he built the wall, he walked with a visitor and the visitor's view.

The wall is beautiful, "she commented casually.

"Sir, what glasses you are left in the car? What's your vision is being disturbed? Do not you see two ugly brick that damage the entire wall? "Replied the monk with a shock.

"Yes. I saw two ugly brick, but I also can see the 998 good bricks, "

The monk was stunned. For the first kalinyla in more than three months, he was able to see the bricks-bricks others after two ugly brick. Above, below, on the right, at the left of the two bad bricks are bricks-bricks a good, perfect brick. More than that, perfect brick built two stone more than they batai ugly.

Reflections of this story is we often see the little mistakes of others and yourself, without seeing the actual merits more than a little mistake. Thus, sometimes, without seeing the 998 good bricks in the wall, we felt we deserved the wall was destroyed because of the wall look ugly in our eyes. How unfair to the 998 good bricks. The 998 good bricks would say softly, "What's wrong with us?"


translate in indonesia :

Suatu hari, rombongan biksu membeli tanah hendak membuat sebuah wihara. Namun terjerat bangkrut. Bahan-bahan bangunan sangat mahal dan mereka pun tak mampu membayar tukang untuk membangun bangunan di atas tanah itu. Maka setelah mampu membeli bahan-bahan bangunan, mereka memutuskan untuk membangun sendiri wihara.

Salah seorang biksu, pada awalnya, menganggap mudah pengerjaan pembuatan bangunan. Hanya tinggal mengaduk semen, menyusun batu bata diatas semen, pukul batu bata bagian kanan, pukul batu bata bagian kiri untuk meratakannya, selesai. Namun, ternyata salah. Menjadi tukang bangunan butuh konsentrasi. Ia bahkan kesusahan untuk membuat sebuah batu bata lurus horizontal. Ketika ia memukul batu bata bagian kiri agar lurus horizontal dengan batu bata bagian kanan, malah sering kali bagian kiri lebih rendah. Namun lama-kelamaan, makin hari, ia makin fasih untuk urusan ini.

Akhirnya bagian tembok yang menjadi tugasnya hampir berdiri. Ia pun bangga akan hasil yang ia lakukan. Namun, “Oh, tidak!” ada dua batu bata yang miring. Salah satu ujungnya tampak lebih rendah dari ujung lainnya. Semen sudah terlanjur mengering. Ia melaporkan kejadian ini kepada kepala wihara untuk meminta saran, hendak dibongkar lagi atau tidak. Namun, kepala wihara membiarkan tembok itu tetap utuh. Padahal, biksu itu tak mengapa jika harus mengulangnya. Karena ia tak tahan melihat dua batu bata jelek itu dan ingin sekali mengambrukkan tembok setiap kali ia melihat tembok itu.

Setelah beberapa lama, sang biksu membawa para tamu pertama berkunjung keliling wihara yang baru setengah jadi dan ia selalu menghindarkan membawa mereka melewati tembok bata yang ia buat. Ia tak suka jika ada orang yang melihatnya. Lalu suatu hari, 3-4 bulan setelah ia membangun tembok itu, ia berjalan dengan seorang pengunjung dan pengunjung itu melihatnya.

“tembok yang indah,” ia berkomentar dengan santainya.

“Pak, apakah kacamata anda tertinggal di mobil? Apa penglihatan anda sedang terganggu? Tidakkah anda melihat dua batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?” jawab biksu dengan terkejut.

“Ya. Saya melihat dua bata jelek itu, namun saya juga bisa melihat 998 batu bata yang bagus,”

Sang biksu tertegun. Untuk pertama kalinyla dalam lebih dari tiga bulan, ia mampu melihat batu bata-batu bata lainnya setelah dua batu bata jelek itu. Di atas, di bawah, di kanan, di kiri dari dua batu bata jelek itu adalah batu bata-batu bata yang bagus, batu bata yang sempurna. Lebih dari itu, batu bata yang terpasang sempurna lebih banyak disbanding dua batu batai jelek itu.

Renungan dari cerita ini adalah kita sering kali melihat sedikit kesalahan dari orang lain dan diri sendiri, tanpa melihat kebaikan-kebaikan yang sebenarnya lebih banyak dari sedikit kesalahan itu. Sehingga, kadang, tanpa melihat 998 batu bata bagus di tembok, kita merasa tembok itu pantas kita hancurkan karena tembok itu tampak jelek di mata kita. Betapa tidak adil bagi ke 998 batu bata bagus. Ke-998 batu bata bagus akan berkata lirih, “Apa salah kami?”
Read More......

sandal kulit sang raja

Di suatu negeri, seorang raja hendak berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya dan untuk menyegarkan pikiran karena bosan di dalam istana. Untuk kali ini, ia memutuskan berjalan kaki agar dapat lebih menikmati perjalanan dan agar lebih dekat dengan rakyatnya. Namun, baru beberapa meter berjalan, sang Raja mengeluh akan rasa sakit di kakinya ketika berjalan. “Betapa jelek jalan di daerahku ini!”


Kemudian ia tidak jadi berkeliling negeri dan kembali ke istananya lalu mengumpulkan semua menteri-menterinya. Ia menyayangkan para menteri karena tidak pernah melaporkan betapa jelek jalan di daerahnya. Lalu ia memerintahkan untuk melapisi jalan dengan kulit-kulit sapi terbaik di sepanjang jalan. Segera saja para menteri mengumpulkan sapi-sapi terbaik di seluruh negeri, hingga negeri tersebut tampak sangat sibuk sekali.


Melihat ini, penasihat Raja yang bijak mulai beraksi dan berkata kepada sang Raja. “Hamba mohon ampun yang mulia. Yang mulia sebenarnya tidak perlu menguliti ribuan sapi itu untuk melapisi jalan agar yang mulia tidak sakit ketika berkeliling menyapa rakyat. Yang mulia sebenarnya hanya membutuhkan 2 potong kulit sapi untuk melapisi dua telapak kaki yang mulia. 2 potong kulit sapi, itu saja,”


konon, sejak saat itulah “sandal” ditemukan.


Saudaraku, kadang, untuk membuat dunia kita nyaman, cukup dengan mengubah cara pandang kita terhadap dunia, bukan mengubah dunia menjadi tempat yang kita inginkan. Kadang pula kita selalu fokus pada cara rumit, besar digunakan untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan, ada cara sederhana, kecil untuk menyelesaikan masalah yang sama. Sebenarnya kita hanya perlu kreatif sedikit.

Read More......